View My Stats CO.CC:Free Domain

Kamis, 15 Oktober 2009

setting internet flexi



Bagi yang belum tau cara seeting koneksi internet dengan menggunakan konesi telkom
flexi, di sini kami panduan atau langkah-langkah cara set up adalah sebagai berikut:
1. klik Start-Control panel-dobel klik "Network Connection"
2. klik File - "New Connection Wizardu, klik Next
3. pilih "Setup my connection manually'i klikNext
4. pilih "Connect using a dial-up modem" klikNext
5.ISP Name TelkomFlexi, klikNext, phone number #777lalu klik Next
6. isi user name telkomnet@flexi, Password & confirm Password telkom
7. Berikan tanda chek untuk "make this the default internetconnection"
8. Berikan tanda chek "Add a shortcut to this connection to my
desktop", jika anda menghendaki - klik Finish.
DNS Server Flexi : 202.134.0.155
Terimakasih

Untuk Seluruh Terminal NOKIA
SETTING WAP GATEWAY
. Ketik *#2769737#
. Server address > Server I >
10.177.7.7:8088
. Seryer address > Server 2 > 0.0.0.0:0000

SETTING URL
. Tekan tombol 0 agak lama atau Pilih menu
Minibrowser
. Biasanya akan muncul error terlebih dalrulu
. Pilih menu
. Pilih menu paling bawah advanced
. Pilih menu no. I setting
. Pilih menu no. I homepage
. Isi dengan http://wap.telkomfl exi.com
. Simpan

Selasa, 06 Oktober 2009

indenpenden sample test



1. Analisis bivariat
Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan untuk menguji
perbandingan antara dua variabel yang diduga mempunyai perbedaan atau
hubungan (Notoatmodjo, 2002) Statistik yang digunakan untuk analisa
data dalam penelitian ini yaitu:
a. Tabel silang
Penyusunan tabel silang merupakan metode yang paling
sederhana untuk mengamati perbedaan antara dua variabel. Dalam
tabel silang dihitung persentase responden untuk setiap kelompok agar
mudah dilihat hubungan antara dua variabel.
Persentase selalu dihitung pada variabel pengaruh yaitu,
persentase distribusi variabel terpengaruh dihitung bagi setiap
kelompok variabel pengaruh. Jumlah responden untuk setiap kelompok
pada variabel pengaruh perlu juga dicatat agar angka absolut mudah
dihitung. Agar mudah dibaca, variabel terpengaruh biasanya disusun
pada garis vertikal, sedangkan variabel terpengaruh biasanya tersusun
pada garis horizontal.
b. Uji statistik
Statistik yang digunakan untuk analisis bivariat adalah dengan
menggunakan rumus independent samples test digunakan untuk
membandingkan dua kelompok mean dari dua sampel yang berbeda
(independent). Prinsipnya ingin mengetahui apakah ada perbedaan
mean antara dua populasi, dengan membandingkan dua mean
sampelnya. Jadi tujuannya adalah membandingkan rata-rata dua grup
yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Apakah kedua grup
tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama atau tidak sama secara
signifikan (Nurhayati, 2008).
X
X X



X
2 1
S
t
Keterangan:
t : Nilai t hitung
X1 : Rata-rata kelompok 1
X2 : Rata-rata kelompok 2
SX-X : Standar error kedua kelompok
Rumus standar error kedua kelompok :
S S
2
2
1
2
X N
pooled S
N
pooled
X   
Keterangan:
X  X S : Standard error kedua kelompok
S2 : Varian dari kedua kelompok
N1 : Jumlah sampel kelompok 1
N2 : Jumlah sampel kelompok 2
Rumus varian kedua kelompok :
1 N 1 N
SD 1 N SD 1 N pooled S
2 1
2
2
2 1
2
1 2
  
  

Keterangan:
S2 pooled : Varian dari kedua kelompok
N1 : Jumlah sampel kelompok 1
N2 : Jumlah sampel kelompok 2
SD2
1 : Varian kelompok 1
SD2
2 : Varian kelompok 2
Interpretasi:
1) Untuk mengintepretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan:
a) Nilai α
b) df (degree of freedom) = N-k
Untuk independent sampel t-test df = N-2
2) Bandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel.
3) Apabila :
a) T-hitung > t-tabel  berbeda secara signifikan (H0 ditolak)
b) T-hitung < t-tabel  tidak berbeda secara signifikan (H0
diterima)
Uji t independen menyajikan dua buah uji statistik. Pertama adalah
uji Leven’s untuk melihat apakah ada perbedaan varians antara kedua
kelompok atau tidak. Kedua adalah uji-t untuk melihat apakah ada
perbedaan rata-rata kedua kelompok atau tidak. Jika p-value (Sig.) dari uji
Leven’s besar dari nilai α (0,05), hal ini berarti varians kedua kelompok
adalah sama, maka signifikansi uji-t yang dibaca adalah pada baris
pertama (Equal variances assumed). Tetapi jika p-value dari uji Leven’s
kecil atau sama dengan α (0,05), hal ini berarti bahwa varians kedua
kelompok adalah tidak sama, maka signifikansi uji-t yang dibaca adalah
pada baris kedua (Equal variances not assumed).

Uji Paired Test




Tabel Paired Samples Statistics menunjukkan bahwa sekor yang diperoleh siswa mengalami kenaikan dari 63,00 menjadi 67,71. Sedangkan korelasi antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les sebesar 0,906 sehingga ada hubungan yang signifikan kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les.


Output selanjutnya adalah paired sample test dimana dipaparkan hasil analisis SPSS terhadap perbedaan rata-rata.

Pada tabel di atas terlihat bahwa mean sebesar -4,714 dengan standar deviasi sebesar 5,648. Nilai thitung sebesar -2,208. Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,069 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan nilai siswa sebelum ataupun sesudah mengikuti les.

Pemberian tablet besi merupakan salah upaya untuk menanggulangi anemia.Pemberian tablet besi pada wanita usia subur ini bersamaan dengan vitamin C dan sumber protein hewani yang mempunyai sifat membantu peningkatan penyerapan tablet besi dalam tubuh.Sasaran pemberian ini adalah wanita subur yang nantinya akan hamil.Apabila penanggulangan anemia hanya pada waktu hamil sering kali tidak mempunyai cukup waktu untuk mengembalikan kadar Hb menjadi normal.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata perubahan kadar Hb awal dan akhir dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan kadar Hb.
Penelitian ini termasuk quasy experimen Research dengan menggunakan desain penelitian pre and post test one Group .Sampel adalah wanita usia subur di kota semarang yang tidak sedang hamil.Penentuan sampel dengan metode multistage sampling .Perlakuan dalam satu minggu diberi tablet besi,vitamin C dan protein hewani 1 kali dan jika menstruasi setiap hari pemberian ini berlangsung selama 12 minggu.Pemeriksaan Hb dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan,dengan menggunakan Hemocue .Pengolahan dan analisis data dibantu dengan menggunakan komputer soft ware SPSS versi 10,sedangkan uji statistik yang digunakan adalah t-test for paired sampel dan General Linear Model(GLM) .
Hasil Uji t-test paired sampel menunjukan ada perbedaan rata-rata kadar Hb awal dan akhir sebesar 0,584 dengan rata-rata sebelum 12,45 mg% dengan standart Deviasi 1,250 dan rata-rata sesudah 13,045 mg% dengan standart Deviasi 1,479.Perbedaan nilai t-7,069 dan nilai p 0,00.Hasil uji General Linier Model nilai P dari frekuensi konsumsi ayam ,ikan/daging 0,187,nilai p dari skor banyak sedikitnya darah haid 0,103.Dalam rangka penanggulangan anemia Gizi besi perlu diberikan suplementasi tablet besi 1 tablet ,vitamin C 1 tablet 250 mg dan protein hewani minimal 50 gram diberikan secara bersama-sama.

uji validitas dan reliabilitas




Dalam spss langkah menentukan butir pertanyaan yang valid dapat dilakukan dengan mudah.
Langkahnya adalah sebagai berikut :
Analyse > Scale > Reliability Analysis
Pada bagian Statistic aktifkan kotak cek Item, Scale, Scale if item deleted.
Abaikan pilihan yang lain, klik Continue – OK.
Cara baca output:
Lihat pada bagian Item-total statistic pada kolom Corrected Item Total Correlation, nilai-nilai tersebut menunjukkan nilai korelasi butir-butir pertanyaan terhadap skor totalnya. Nilai hitung tersebut dibandingkan dengan r tabel (lihat ditabel dengan terlebih dulu mencari df-nya (derajat kebebasan) sesuai dengan datanya dan asumsi spss akan menggunakan tingkat signifikansi 5%).
Pengambilan kesimpulannya jika nilai hitung > dari nilai r-tabel maka butir tersebut dinyatakan valid. Perlu diperhatikan karena data adalah 1 arah (ke arah positif) maka nilai hitung yang bernilai negatif otomatis tidak valid. Jika masih ada butir yang tidak valid maka dikeluarkan (klik kanan pada nama variabelnya – Clear) kemudian diproses ulang (ulangi langkah Analyse > Scale > Reliability Analysis, dst) sampai mendapatkan semua butir valid.
Kemudian untuk menentukan reliabilitas bisa dilihat dari nilai Alpha jika nilai alpha lebih besar dari nilai r tabel maka bisa dikatakan reliabel. Ada juga yang berpendapat reliabel jika nilai r > 0,60.
Sekarang kuesioner telah siap untuk disebar ke responden yang ditargetkan.
Sebagai catatan untuk mencari nilai korelasi data juga bisa dilakukan lewat menu Analyse > Correlation > Bivariate.
Selamat mencoba.

MENENTUKAN ITEM-ITEM YANG VALID
Untuk menentukan item-tem mana yang valid dapat dilakukan dengan beberapa langkah:
1. Tentukan df, df=N-2. Karena dalam contoh ini N=30, maka df=28.
2. Cari nilai r dengan taraf signifikansi 5% dengan df 28 pada tabel Nilai r Product Moment. Dengan df 28 dan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai r= 0.361.
3. Lihat nilai corrected item total correlation pada hasil diatas. Jika nilainya lebih besar dari 0.361 maka item valid dan sebaliknya. Sehingga dalam contoh kasus diatas tidak satupun item yang valid, karena nilai r < dari o.361.



Uji Validitas dan Reliabilitas menggunakan SPSS 15.0

Langkah-langkah Uji Validitas dan Reliabilitas menggunakan SPSS 15.0 adalah sebagai berikut:

1. Buka lembar kerja SPSS for Windows >> Blank Document pada komputer Anda. Masukkan data yang ada. (lihat gambar1).


Gambar 1. Data dimasukkan dalam lembar kerja SPSS

2. Lakukan analisis data menggunakan Analyze >> Scale >> Realibity Analysis

Gambar 2. Analyze – Scale - Reliability Analysis

3. Muncul kotak Reliability Analysis seperti pada gambar 6. Masukkan semua variable yang ada, yaitu soal1-26 ke dalam kotak items, dengan mengklik tomol anak panah. Sehingga tampilan yang muncul adalah gambar 3.


Gambar 3 Variabel sebelum dipindahkan ke dalam kotak Items


Gambar 4 Variabel setelah dipindahkan
4. Isi kotak reliability Analysis Statistics yang muncul, lakukan centang pada Descriptive for untuk item, scale, dan scale item deleted, lalu None pada Anova Table. Lalu klik continue.


Gambar 5. Kotak dialog Reliability Analysis: Statistics

C. Interpretasi Hasil Uji Reliabilitas
Hasil Output Uji Reliabilitas dan validitas menggunakan SPSS 15.0

Untuk mengetahui soal yang valid dan tidak valid, dilihat nilai korelasi lalu dibandingkan dengan table corelasi product moment untuk dk = n-1 = 26-1 = 25 untuk alpha 5% adalah 0,396. Jadi soal yang tidak valid ada 7 soal, yaitu soal no 1, 6, 16,17, 21, 22, dan 24.

Sedangkan untuk mengetahui soal tersebut reliable atau tidak, dilihat pada nilai alpha = 0.736. Dicocokkan dengan nilai table r product moment adalah 0, 0,388 . Ternyata, alpha lebih besar dari r table, artinya signifikan / reliable.

Daftar Pustaka :
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta.
Russefendi, ET,Prof. 1989. Dasar-dasar Matematika Modern dan Komputer untuk Guru Edisi Keempat. Bandung:Penerbit Tarsito.