
1. Analisis bivariat
Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan untuk menguji
perbandingan antara dua variabel yang diduga mempunyai perbedaan atau
hubungan (Notoatmodjo, 2002) Statistik yang digunakan untuk analisa
data dalam penelitian ini yaitu:
a. Tabel silang
Penyusunan tabel silang merupakan metode yang paling
sederhana untuk mengamati perbedaan antara dua variabel. Dalam
tabel silang dihitung persentase responden untuk setiap kelompok agar
mudah dilihat hubungan antara dua variabel.
Persentase selalu dihitung pada variabel pengaruh yaitu,
persentase distribusi variabel terpengaruh dihitung bagi setiap
kelompok variabel pengaruh. Jumlah responden untuk setiap kelompok
pada variabel pengaruh perlu juga dicatat agar angka absolut mudah
dihitung. Agar mudah dibaca, variabel terpengaruh biasanya disusun
pada garis vertikal, sedangkan variabel terpengaruh biasanya tersusun
pada garis horizontal.
b. Uji statistik
Statistik yang digunakan untuk analisis bivariat adalah dengan
menggunakan rumus independent samples test digunakan untuk
membandingkan dua kelompok mean dari dua sampel yang berbeda
(independent). Prinsipnya ingin mengetahui apakah ada perbedaan
mean antara dua populasi, dengan membandingkan dua mean
sampelnya. Jadi tujuannya adalah membandingkan rata-rata dua grup
yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Apakah kedua grup
tersebut mempunyai nilai rata-rata yang sama atau tidak sama secara
signifikan (Nurhayati, 2008).
X
X X
X
2 1
S
t
Keterangan:
t : Nilai t hitung
X1 : Rata-rata kelompok 1
X2 : Rata-rata kelompok 2
SX-X : Standar error kedua kelompok
Rumus standar error kedua kelompok :
S S
2
2
1
2
X N
pooled S
N
pooled
X
Keterangan:
X X S : Standard error kedua kelompok
S2 : Varian dari kedua kelompok
N1 : Jumlah sampel kelompok 1
N2 : Jumlah sampel kelompok 2
Rumus varian kedua kelompok :
1 N 1 N
SD 1 N SD 1 N pooled S
2 1
2
2
2 1
2
1 2
Keterangan:
S2 pooled : Varian dari kedua kelompok
N1 : Jumlah sampel kelompok 1
N2 : Jumlah sampel kelompok 2
SD2
1 : Varian kelompok 1
SD2
2 : Varian kelompok 2
Interpretasi:
1) Untuk mengintepretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan:
a) Nilai α
b) df (degree of freedom) = N-k
Untuk independent sampel t-test df = N-2
2) Bandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel.
3) Apabila :
a) T-hitung > t-tabel berbeda secara signifikan (H0 ditolak)
b) T-hitung < t-tabel tidak berbeda secara signifikan (H0
diterima)
Uji t independen menyajikan dua buah uji statistik. Pertama adalah
uji Leven’s untuk melihat apakah ada perbedaan varians antara kedua
kelompok atau tidak. Kedua adalah uji-t untuk melihat apakah ada
perbedaan rata-rata kedua kelompok atau tidak. Jika p-value (Sig.) dari uji
Leven’s besar dari nilai α (0,05), hal ini berarti varians kedua kelompok
adalah sama, maka signifikansi uji-t yang dibaca adalah pada baris
pertama (Equal variances assumed). Tetapi jika p-value dari uji Leven’s
kecil atau sama dengan α (0,05), hal ini berarti bahwa varians kedua
kelompok adalah tidak sama, maka signifikansi uji-t yang dibaca adalah
pada baris kedua (Equal variances not assumed).